Tempat Kursus Bahasa Korea di Jakarta Selatan dg Harga Terjangkau

Sejak kecil aku sudah tertarik dengan bahasa, namun belum pernah ada tindakan nyata yang signifikan untuk menguasainya.



Tindakannya hanya tindakan kecil sebatas belajar bahasa Inggris di sekolah, dan terpana setiap kali membaca puisi bahasa Indonesia dengan kata-kata yang indah dibaca.

Hingga tiba masa SMP, demam Korea mulai merajalela. Teman-temanku kala itu banyak yang menyukai SNSD dan Super Junior.

Aku yang tidak familiar dengan dunia fanbase seperti itu hanya sekadar tahu, tanpa berniat untuk ikut bergabung.

Ya awalnya seperti itu, hingga tanpa sadar aku sampai di tahap dimana aku selalu menantikan drama korea setiap pulang sekolah (saat itu drama favoritku adalah Dream High).

Aku mulai menyukai Korea, mulai dari dramanya. Setelah Dream High tamat, berlanjut ke drama lain dan terus berlanjut hingga sekarang.

Beranjak SMK, kesukaanku terhadap bintang-bintang Hallyu semakin menjadi-jadi. Tidak hanya terhadap bintang-bintang dunia hiburan dan dramanya, aku juga mulai bermimpi untuk dapat mengunjungi negara tersebut.

Aku mulai bermimpi untuk dapat mengunjungi kota-kota indah yang sering kulihat hanya dari internet atau layar televisi.

Aku juga mulai menyukai satu grup khusus, yaitu Bigbang (sekarang bertambah menjadi Bigbang dan Bangtan Boys).

Menonton video-video mereka di internet, mencari tahu tentang mereka, up to date terhadap berita terbaru mereka, dan lain sebagainya.

Hingga sampai aku berada pada posisi dimana merasa frustasi setiap melihat video wawancara mereka yang belum memiliki teks terjemahan.

Akhirnya aku memutuskan untuk serius belajar bahasa Korea. Awalnya hanya untuk lebih leluasa ketika menonton video-video yang berbahasa Korea, namun di usia yang sudah menginjak usia mahasiswi ini, aku sadar bahwa mempelajari bahasa Korea juga dapat memberi banyak manfaat lain.

Contohnya seperti membuka lapangan pekerjaan, memperluas wawasan, mengembangkan kemampuan diri dan dapat memperluas jaringan pertemanan.

Menyenangkan juga apabila suatu saat nanti aku dapat berkunjung ke Korea dan dapat berinteraksi dengan orang-orang di sana.

Tapi tentu saja belajar bahasa tidak semudah apa yang dipikirkan, terlebih lagi kalau belajar secara otodidak, butuh komitmen dan pengorbanan untuk mencapai hasil yang diinginkan.

Semakin dalam mempelajarinya, semakin banyak kendala yang dijumpa. Ketika menemui materi yang tidak dimengerti, aku tidak memiliki siapapun untuk ditanya secara detail.

Materi-materi yang terdapat di internet kebanyakan juga sulit dipahami. Lama kelamaan semangat dan motivasi ku menemui titik jenuh.

Aku tidak pernah berhenti berkeinginan untuk dapat berbahasa Korea, tapi keinginan dan tindakanku makin lama makin tidak seimbang.

Lebih berat keinginan dibanding tindakan. Aku berpikir untuk mengikuti kursus, kucari informasi mengenai tempat kursus bahasa Korea di daerah Jakarta Selatan dengan harga terjangkau.

Aku tidak berasal dari keluarga yang memiliki penghasilan lebih untuk dapat digunakan sebagai biaya kursus yang mahal, maka aku berhenti mencari infomasi kursus bahasa Korea.

Hingga beberapa hari lalu, aku membuka sebuah website yang mengantarkanku pada website http://kursusbahasakorea123.com.

Ketika sedang membaca website, aku jarang sekali tertarik dengan iklan yang melayang-layang di layar.

Namun ketika melihat teks “Mau kursus gratis?”, rasanya tidak mungkin untuk kuabaikan. Sampailah aku disini, mengetik kata-kata sebagai lukisan besarnya minatku terhadap mempelajari bahasa Korea sambil berharap memiliki kesempatan untuk mendapat panduan kursus bahasa Korea secara gratis.